Latar Belakang















Ass.wr.wb/Salam sejahtera

Dengan semakin berkembangnya pembangunan dan bertambahnya warga di lingkungan The Royal Residence, perlu kiranya dibentuk suatu wadah yang dapat menampung aspirasi warga, diharapkan dengan terbentuknya wadah tersebut dapat mempererat tali silaturahmi serta rasa kebersamaan antar warga sehingga terjalin hubungan kekeluargaan yang harmonis.

Diharapkan dengan terbentuknya ikatan atau wadah tersebut, dapat mengatasi masalah-masalah yang saat ini dihadapi oleh warga sehingga dapat diambil kata sepakat untuk penyelesaian masalah-masalah tersebut.

TUJUAN

Agar dapat menampung aspirasi warga

Mempererat tali silahturahmi

Melaksanakan kegiatan-kegiatan warga

Menjadi mediasi antar warga dan pihak external

Pendistribusian informasi yang merata, agar warga

mengetahui apa yang terjadi dilingkungannya.

Jumat, 15 Juli 2011

KENAIKAN IURAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN (IPL)

Beberapa waktu yang lalu, kita semua dikejutkan dnegan surat resmi dari pengembang The Royal Residence, PT Hasana Damai Putra, yang singkatnya menyatakan akan menaikkan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) terhitung mulai bulan Juli 2011.

Beberapa warga menanggapi dan saling berkoordinasi untuk membicarakan masalah kenaikan IPL ini. 
Akhirnya dilakukan pertemuan Warga tgl 8 Juli 2011 di Rumah Bapak Arif Rahman Blok B6 No.47.
Dalam kesempatan ini pula, disepakati pembentukan Paguyuban Warga Royal Residence dan pemilihan pengurus Paguyuban tersebut.

Adapun Pengurus Paguyuban Warga ini adalah :

Ketua I : Bapak Arif Rahman (B6/47)
Ketua II : Bapak Irvan (F6/3)
Wakil I : Bapak Darmawan (B5/40)
Wakil II : Bapak Anto (F6/6
Sekretaris I : Bapak Indra Pasa (B6/19)
Sekretaris II : Bapak Ali Fikri (B5/39)
Bendahara : Bapak Johar (B5/55)
Pembina I : Bapak Robert (F5/17)
Pembina II : Ibu Tetty ( B6/-)
Pengawas : Bapak Eri Susanto, Bapak Yuliyanto

Beberapa Suara Warga yang dibahas dalam pertemuan adalah :
  1. Kenaikan IPL yang tidak disertai dengan transparansi laporan serta tindakan Developer gunamembenahi masalah-masalah yang timbul.
  2. Keamanan dan kenyamanan yang merupakan moto dari Developer yang sekarang sudah tidak dirasakan lagi.
  3. Kebersihan,kerapihan dan keamanan lingkungan, yang dinilai tidak berbanding lurus dengan IPL yang dibayar per bulannya.
  4. Tidak diterapkannya open management antara Developer dan warga.

Keluhan-keluhan yang kerap tidak dihiraukan oleh Developer (dhi.masih menjadi tanggung 
jawab developer) meskipun sudah ada laporan baik lisan maupun tulisan dari warga, antara 
lain :
  • Sampah yang dari seminggu 3x menjadi 1x
  • Selokan yang tidak jalan dikarenakan saluran airnya  mampet.
  • Jumlah dan fungsi keamanan yang tidak berjalan dengan seharusnya (dhi. Berbanding terbalik antara warga yang tinggal dan security)
  • Pas masuk warga yang sampai sekarang belum terealisasi.
  • Kerusakan-kerusakan rumah yang masih menjadi tanggung jawab developer.
  • Pemotongan rumput, dan penyiraman taman.
  • Bau yang dihasilkan dari sungai yang akhir-akhir ini mengganggu warga yang tinggal didekatnya.
  • PJU yang masih dikira perlu, sehingga tidak ada spot yang tidak terlihat pada malam hari.
  • Sarana ibadah, dan olahraga (excluding sport center Royal).






1 komentar:

  1. Waduh... kayaknya backgroundnya terlalu menang ama tulisannya jadi susah bacanya

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.